Selasa, 13 November 2012

wisata umbul cokro












UMBUL INGAS COKRO KEMBANG DAN BANYU MILI


I. PENDAHULUAN
Umbul yang terletak di dusun Cokro, kelurahan Tulung, kecamatan Tulung, kabupaten Klaten ini merupakan kekayaan alam di daerah Cokro, karena dengan adanya mata air (umbul) ini kehidupan di daerah setempat tidak  kekurangan air, bahkan sekarang sudah direnovasi agar lebih indah dan menarik.
Menurut penduduk setempat umbul cokro ini pernah digunakan buat mandi oleh para keluarga kerajaan yaitu (Kanjang Sinuwun ke-3 dan ke-1), umbul ini biasa dikatakan umbul kembang karena dulunya ada sebuah pusaka yang bentuknya seperti cakra kembang yang dikabarkan hilang disekitar umbul tersebut dan kata ingos diikutkan karena masih banyaknya  pepohonan sehingga menyerupai hutan.
Selain itu dalam tradisi padusan sudah menjadi kebiasaan para warga untuk pergi ke Umbul Ingas Cokro dan Banyu Mili, acara padusan juga memberi peluang bagi penduduk sekitar daerah cokro karena banyaknya pengnjung hingga dapat memberikan penduduk sekitar untuk menjajakan jualanya dan jasanya dalam meberikan kemudahan dalam pariwisata daerah tersebut.
Karena tempatnya yang terletak tak jauh dari perbatasan dua kabupaten yaitu, Kabupaten klaten dan kabupaten boyolali sehingga menjadikan daerah tersebut sangat strategis dan rame dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai daerah. Meskipun umbul cokro terletak di kabupaten klaten umbul ini juga banyak didatangi pengunjung dari daerah solo dan sekitarnya
Daerah ini juga masih asri dengan nuansa alam yang sejuk dan harmoni, karena daerahnya yang tidak banyak melibatkan mesin dan industri sehingga masih masih tercipta keadaan yang alami.




II. PEMBAHASAN
Umbul yang terletak 15 km dari tempatku, 8 km dari Jl. Raya Jogja Solo ini sangat asik dan menarik. Yang menarik di umbul cokro ini adalah keadaan alam sekitar yang masih rindang pepohonan dan mengalirnya sungai yang bersih dan sejuk sehingga menjadikan tempat ini sebagai obyek wisata yang enak dan nyaman. Yang tak kalah juga didaerah ini pada hari minggu dipadati pengunjung baik dari kawula muda, anak-anak dan orang tua. Selain itu pada hari minggu diadakan pentas seni yang mengusung musik dalam Negri yaitu, musik Dangdut, Pop, Rock dan Reage yang menghibur para pengunjungnya agar tambah asik, menarik dan tidak menjenuhkan.
Umbul cokro ini termasuk omset yang sangat mempengaruhi sekali karena sudah dikenal banyak masyarakat akan keasrianya dan tempat tersebut termasuk sumber mata air yang bagus mutunya/ kualitas. Sebagai contoh tidak jauh dari umbul cokro sudah didirikan pabrik Air Mineral yang bersumber dari mata air umbul tersebut.
Ada yang mengatakan umbul cokro ini akan lebih menarik bila ada renovasi besar-besaran misalnya saja ada patung yang berbentuk orang-orang atau cakra kembar agar orang melihat lebih tertarik, serta dibuta taman bunga, dan panorama sehingga begitu tidak kalah menarik dengan tempat wisata lainya.
Di sini juga terdapat jembatan gantung untuk masuk dan keluarnya pengunjung, jembatan ini sangat asik dan menarik karena dapat bergoyang bila padat pengunjun menbuta hati berdebar dan getir sehingga membuat para pengunjung tanbah semangat untuk melaluinya. Meski cokro sebagian kecil ada tepat yang tidak terurus tapi peminatnya juga tetep banyak.
Di Banyu Mili juga tidak kalah dengan umbul cokro, di sini pengunjungnya juga banyak dan rame karena tempatnya yang tidak kalah bagus dengan umbul cokro. Menurut pak Yatno Suwarno umbul kembang itu sudah ada sejak tahun 1921 dan diresmikan pada tahun 1951 dan umbul itu sudah ada sejak jaman Belanda masih berkuasa di Negeri ini. Di umbul ini banyak warga yang pecaya bila mandi, cuci muka, minum air umbul ini yang airnya terdapat di inti umbul akan sem,buh sakitnya dan apa yang diinginkan, keinginanya akan bisa tercapai. Tapi semua itu kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur kehidupan mahkluknya di dunia.
Bila kita merasa lapar bisa mampir juga ke Desa Janti di tempat itu terdapat banyak banget rumah makan lesehan dan menu utamanya adalah ikan air tawar. Jadi ditempat itu banyak yang melakukan budidaya ikan air tawar. Karena tempatnya yang tidak jauh dari Umbul Cokro dan Banyu Mili, sehingga menjadikan Janti sebagai tempat persinggahan untuk melepaskan lapar atau tempat makan. Di sini tempatnya enak dan nyaman karena di renovasi sesuai dengan keadaan sekitar. Di janti ini terdapat beberapa tingkatan tempat makan mulai dari tingkat 1 hingga 1001 yang menampilkan banyak aneka makanan dari ikan tawar yang bervariasi jenis dan harganya.

III. KESIMPULAN
Karena tempatnya yang tidak jauh dari jalan raya dan sangat strategis menjadikan tempat ini sangat rame dan gayeng. Keadaan alamnya yang masih asri dan alami membuat para pengunjung datang untuk menikmati dan memanjakan diri dengan keadaan sekitar umbul yang masih edum dan harmoni. Selain itu tempat ini juga berpengaruh terhadap warga sekitar untuk dapat mengais rejeki dengan memberikan jasa dan menjajakan daganganya ke para pengunjung sekitar umbul tersebut.
Selain itu omset umbul ini juga memberikan pengaruh besar pada kecamatan tulung dan desa sekitar untuk mengembangkan desanya lebih maju dan dinamis, serta omsetnya juga dapat membantu pemasukan dan pengembangan kabupaten Klaten. Untuk dapat memajukan pariwisatanya perkembang dan lebih dikenal banyak masyarakat luas di negeri ini.

 

IV. CATATAN KAKI1. Nuansa        artinya             Keadaan/ kondisi
2. Omset          artinya             Pemasukan
3. Edum          artinya             Sejuk/ nyaman
4. Gayeng        artinya             Rame/ banyak orang
5. Lesehan       artinya             Tempat untuk duduk tanpa kursi
 


V. DAFTAR PUSTAKA

Internet. 2009. Umbul Ingas Cokro. (www.Google.com): (diakses 16 desember 2009 pukul 22.15WIB)
Dinas pengembangan Wisata Umbul Cokro. 2009. Bapak Yatno Suwarno. Cokro Tulung: Klaten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar