UMBUL INGAS COKRO KEMBANG DAN BANYU
MILI
I. PENDAHULUAN
Umbul
yang terletak di dusun Cokro, kelurahan Tulung, kecamatan Tulung, kabupaten
Klaten ini merupakan kekayaan alam di daerah Cokro, karena dengan adanya mata
air (umbul) ini kehidupan di daerah setempat tidak kekurangan air, bahkan sekarang sudah
direnovasi agar lebih indah dan menarik.
Menurut
penduduk setempat umbul cokro ini pernah digunakan buat mandi oleh para
keluarga kerajaan yaitu (Kanjang Sinuwun ke-3 dan ke-1), umbul ini biasa
dikatakan umbul kembang karena dulunya ada sebuah pusaka yang bentuknya seperti
cakra kembang yang dikabarkan hilang disekitar umbul tersebut dan kata ingos
diikutkan karena masih banyaknya
pepohonan sehingga menyerupai hutan.
Selain
itu dalam tradisi padusan sudah menjadi kebiasaan para warga untuk pergi ke
Umbul Ingas Cokro dan Banyu Mili, acara padusan juga memberi peluang bagi
penduduk sekitar daerah cokro karena banyaknya pengnjung hingga dapat
memberikan penduduk sekitar untuk menjajakan jualanya dan jasanya dalam
meberikan kemudahan dalam pariwisata daerah tersebut.
Karena
tempatnya yang terletak tak jauh dari perbatasan dua kabupaten yaitu, Kabupaten
klaten dan kabupaten boyolali sehingga menjadikan daerah tersebut sangat
strategis dan rame dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai daerah. Meskipun
umbul cokro terletak di kabupaten klaten umbul ini juga banyak didatangi
pengunjung dari daerah solo dan sekitarnya
Daerah
ini juga masih asri dengan nuansa alam yang sejuk dan harmoni, karena
daerahnya yang tidak banyak melibatkan mesin dan industri sehingga masih masih
tercipta keadaan yang alami.
II.
PEMBAHASAN
Umbul
yang terletak 15 km dari tempatku, 8 km dari Jl. Raya Jogja Solo ini sangat
asik dan menarik. Yang menarik di umbul cokro ini adalah keadaan alam sekitar
yang masih rindang pepohonan dan mengalirnya sungai yang bersih dan sejuk
sehingga menjadikan tempat ini sebagai obyek wisata yang enak dan nyaman. Yang
tak kalah juga didaerah ini pada hari minggu dipadati pengunjung baik dari
kawula muda, anak-anak dan orang tua. Selain itu pada hari minggu diadakan
pentas seni yang mengusung musik dalam Negri yaitu, musik Dangdut, Pop, Rock
dan Reage yang menghibur para pengunjungnya agar tambah asik, menarik dan tidak
menjenuhkan.
Umbul
cokro ini termasuk omset yang sangat mempengaruhi sekali karena sudah dikenal
banyak masyarakat akan keasrianya dan tempat tersebut termasuk sumber mata air
yang bagus mutunya/ kualitas. Sebagai contoh tidak jauh dari umbul cokro sudah
didirikan pabrik Air Mineral yang bersumber dari mata air umbul tersebut.
Di
sini juga terdapat jembatan gantung untuk masuk dan keluarnya pengunjung,
jembatan ini sangat asik dan menarik karena dapat bergoyang bila padat
pengunjun menbuta hati berdebar dan getir sehingga membuat para pengunjung
tanbah semangat untuk melaluinya. Meski cokro sebagian kecil ada tepat yang
tidak terurus tapi peminatnya juga tetep banyak.
Di
Banyu Mili juga tidak kalah dengan umbul cokro, di sini pengunjungnya juga
banyak dan rame karena tempatnya yang tidak kalah bagus dengan umbul cokro.
Menurut pak Yatno Suwarno umbul kembang itu sudah ada sejak tahun 1921 dan
diresmikan pada tahun 1951 dan umbul itu sudah ada sejak jaman Belanda masih
berkuasa di Negeri ini. Di umbul ini banyak warga yang pecaya bila mandi, cuci
muka, minum air umbul ini yang airnya terdapat di inti umbul akan sem,buh
sakitnya dan apa yang diinginkan, keinginanya akan bisa tercapai. Tapi semua
itu kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur kehidupan
mahkluknya di dunia.
Bila
kita merasa lapar bisa mampir juga ke Desa Janti di tempat itu terdapat banyak
banget rumah makan lesehan dan menu utamanya adalah ikan air tawar. Jadi
ditempat itu banyak yang melakukan budidaya ikan air tawar. Karena tempatnya
yang tidak jauh dari Umbul Cokro dan Banyu Mili, sehingga menjadikan Janti
sebagai tempat persinggahan untuk melepaskan lapar atau tempat makan. Di sini
tempatnya enak dan nyaman karena di renovasi sesuai dengan keadaan sekitar. Di
janti ini terdapat beberapa tingkatan tempat makan mulai dari tingkat 1 hingga
1001 yang menampilkan banyak aneka makanan dari ikan tawar yang bervariasi
jenis dan harganya.
III.
KESIMPULAN
Karena
tempatnya yang tidak jauh dari jalan raya dan sangat strategis menjadikan
tempat ini sangat rame dan gayeng. Keadaan alamnya yang masih asri dan
alami membuat para pengunjung datang untuk menikmati dan memanjakan diri dengan
keadaan sekitar umbul yang masih edum dan harmoni. Selain itu tempat ini
juga berpengaruh terhadap warga sekitar untuk dapat mengais rejeki
dengan memberikan jasa dan menjajakan daganganya ke para pengunjung sekitar
umbul tersebut.
Selain
itu omset umbul ini juga memberikan pengaruh besar pada kecamatan tulung dan
desa sekitar untuk mengembangkan desanya lebih maju dan dinamis, serta omsetnya
juga dapat membantu pemasukan dan pengembangan kabupaten Klaten. Untuk dapat
memajukan pariwisatanya perkembang dan lebih dikenal banyak masyarakat luas di
negeri ini.
IV. CATATAN
KAKI1. Nuansa artinya Keadaan/
kondisi
2. Omset artinya Pemasukan
3. Edum artinya Sejuk/ nyaman
4. Gayeng artinya Rame/
banyak orang
5. Lesehan artinya Tempat
untuk duduk tanpa kursi
2. Omset artinya Pemasukan
3. Edum artinya Sejuk/ nyaman
4. Gayeng artinya Rame/ banyak orang
5. Lesehan artinya Tempat untuk duduk tanpa kursi
V. DAFTAR
PUSTAKA
Internet. 2009. Umbul Ingas Cokro. (www.Google.com): (diakses 16 desember 2009
pukul 22.15WIB)
Dinas pengembangan Wisata Umbul Cokro. 2009. Bapak Yatno
Suwarno. Cokro Tulung: Klaten





Tidak ada komentar:
Posting Komentar