Selasa, 13 November 2012

learning






A.        COOPERATIVE LEARNING

Sehubungan dengan pengertian tersebut, Slavin (1984) mengatakan bahwa Cooperative Learning adalah suatu model pembalajaran di mana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.
Pada dasarnya Cooperative Learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja yang sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Cooperative Learning juga dapat diartikan sebagai struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan diantara sesama anggota kelompok.
Cooperative Learning lebih dari sekedar belajar kelompok atau kelompok kerja, karena belajar dalam model Cooperative Learning harus ada “struktur dorongan dan tugas yang bersifat kooperatif” sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan-hubungan yang bersifat interpendensi yang efektif di antara anggota kelompok (Slavin, 1983;Stahl, 1994).
Model belajar Cooperative Learning merupakan suatu model pembelajaran yang membantu mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman atau sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata di dalam masyarakat, sehingga dengan bekerja secara bersama-sama di antara sesama anggota kelompok akan meningkatkan motivasi, produktivitas, dan perolehan belajar.

B.        LANGKAH-LANGKAH DALAM PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING

  1. Langkah pertama yang dilakukan oleh dosen adalah merancang rencana program pembelajaran. Pada langkah ini dosen mempertimbangkan dan menetapkan target yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Di samping itu, dosen pun menetapkan sikap dan keterampilan sosial yang diharapkan dikembangkan dan dipelihara oleh mahasiswa selama berlangsungnya pembelajaran.
  2. Langkah kedua, dalam aplikasi pembelajaran dikelas, dosen merancang lenbar observasi yang akan digunakan untuk mengobservasi kegiatan mahasiswa dalam belajar secara bersama dalam kelompok-kelompok kecil.
  3. Langkah ketiga, dalam melakukan observasi terhadap kegiatan mahasiswa, dosen mengarahkan dan membimbing mahasiswa, baik secara individu maupun kelompok, baik dalam memahami materi maupun dalam sikap dan perilaku mahasiswa  selama kegiatan belajar berlangsung.
  4. Langkah keempat, dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan masing-masing hasil kerjanya. Pada saat diskusi dikelas ini, dosen bertindak sebagai moderator.
















C.        HASIL PENELITIAN YANG TELAH DILAKUKAN MENGENAI COOPERATIVE LEARNING
1.   Cooperative Learning mendorong tumbuhnya tanggungjawab social dan individual siswa, berkembangnya sikap ketergantungan yang positif, mendorong peningkatan dan kegairahan belajar siswa, serta pengembangan ketercapain kurikulum ( Van Sickle,1983).
2. Cooperative Learning mendorong tumbuhnya sikap kesetiakawanan dan keterbukaan di antara siswa, mendorong tercapainya tujuan dan nilai-nilai social dalam pendidikan  social studies ( Stahl, 1992 ).
3. Cooperative Learning sikap dan perilaku siswa berkembang kearah suasanan demokratisasi dalam kelas, mendorong siswa lebih bergairah dan termotivasi dalam mempelajari IPS ( Webb, 1985).

4. Cooperative Learning sangat mendorong siswa meningkatkan prestasi belajar siswa dengan perbadaan hamper 25% dengan keajuan yang dicapai oleh siswa yang diajar dengan menggunakan sistem kompetisi ( Snider, 1986).

5.  Cooperative Learning mendorong peningkatan prestasi mahasiswa 20% dan dapat meningkatkan kemempuan mahasiswa untuk belajar mandiri (Dra. Hj. Etin Solihatin, M.Pd., dkk., 2001).
Text Box: PROGRAM PENGAJARAN/
PROGRAM PEMBELAJARAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar