Senin, 12 November 2012

bioteknologi






1.      Bioteknologi adalah teknik modern yang digunakan mengubah bahan mentah melalui proses transformasi biologi sehingga menjadi produk yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan dan membantu manusia dalam berkehidupan sehari-hari.

Peranan Bioteknologi :
Dalam teknik enzimatis
Enzim merupakan katalis dalam reaksi kimia tersebut dapat berlangsung lebih cepat dalam Bioteknologi, enzim digunakan dalam bahan makanan,industri kimia dan farmasi. Enzim renin yang dihasilkan dari lambung anak sapi bermanfaat untuk menghasilkan dalah susu yang digunakan sebagai bahan baku pembaut keju. Pada industri minuman, enzim dapat dibuat minuman sari buah anggur dan bir agar tahan terhadap dingin. Selain itu bahan ini dapat dipakai membuat permen dngan rasa manis sedang.

Teknik fermentasi :
Fermentasi (peragian) adalah proses penguraian motabolik senyawa organic oleh makrob pada kondisi anaerob yang menghasilkan energi dan gas. Teknik dapat digunakan dalam pengelolahan bahan baku untuk menghasilkan produk berupa makanan, minuman dan obat-obatan.

Dampak yang ditimbulkan Bioteknologi :
Dampak negatif Bioteknologi
Timbulnya dampak yang merugikan keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen ketanaman sekerabat atu kerabat dekat. Dalam kesehatan manusia terdapat kemungkinan produk gen asing, seperti, gen cry dari bacillusthuringiensis maupun bacillus sphaeericus, dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh manusia.

Dampak positif :
Keanekaragaman hayati merupakan modal utama sumber gen untuk keperluan rekayasa genetik dalam perkembangan industri Bioteknologi. Baik donor maupun penerima (resepien) gen dapat terdiri atas virus, bakteri, jamur, lumut, tumbuhan, hewan dan juga manusia. Pemilihan donor/resepien gen bergantung pada jenis produk yang dikehendaki dan nilai ekonomis suatu produk yang dapat dikembangkan menjadi komoditas bisnis.

Contoh Bioteknologi modern :
Dalam perikanan
Dalam bidang perikanan, kebutuhan adanya penerapan teknologi sangat dinantikan, mengingat adanya penangkapan ikan yang melebihi potensi lestari dan meningkatnya konsumsi ikan dalam kebutuhan sehari-hari.
Melalui sistem ketebalan ikan, telah dilakukan dengan vaksin, imunostimulan, priobiotik dan bioremediasi. Vaksin dapat memicu produksi antibiotic specific dan efektif untuk mencegah satu pathogen tertentu. Imunostimulan merupakan teknik meningkatkan kekebalan yang non specific, misalnya Lipopolysaccharide dan B-glucan yang diterapkan untuk ikan dan udang. Probiotik diaplikasikan pada pakan atau dalam lingkungan perairan budidaya sebagai penyeimbang mikroba dalam pencernaan dan lingkungan perairan.

Manfaat yang didapat :
-    Membantu dalam pembudidayaan perikanan untuk peningkatan kekebalan
-    Memberikan cara yang efisien dalam pemberdayaan ikan
-    Ditemukanya vaksin yang baru untuk kekebalan
-    Penyeimbang mikroba dalam pencernaan dan lingkungan perairan


Contoh Bioteknologi konvensional :
Dalam pembuatan susu kedelai
Pada pembuatan susu kedelai yang dikonsumsi sehari-hari yang menyehatkan bagi pencenaan dalam tubuh manusia.
Cara pembuatan susu kedelai dimulai dari bahan kedelai asli yang dicuci dan dibersihkan kemudian direbus kurang lebih 15menit, setelah selesai direbus direndam dalam air kurang lebih 12-24jam agar dapat dikupas dengan lancar , setelah selesai dikupas dicuci hingga bersih dan digiling ditambahkan dengan air panas sertadiaduk-aduk sampai rata yang kemudian disaring untuk memisahkan ampas dengan sari kedelai, sari kedekai tersebut ditambahkan dengan gula pasir, panili,coklat dan garam kemudian dimasukan dalam wadah dipanaskan lagi hingga menjadi sari kedelai atau yang sering disebut susu kedelai yang menyehatkan bagi tubuh manusia. Ampas yang tidak dipakai tadi digunakan sebagai campuran pakan ternak

Manfaat yang didapat :
-    Menghasilkan sari makanan sehat bagi tubuh manusia
-    Pembuatanya tidak memerlukan biaya besar
-    Bahan-bahan yang digunakan sederhana

2.      Menurut saya dalam pembahasan masalah tersebut pembuat ragi belum bisa dikatakan sebagai ahli Bioteknologi, karena pembuat ragi belum tentu ahli dalam Bioteknologi bidang lain tetapi hanya bisa membuat ragi saja dan si pembuat ragi menurut saya bisa dikatakan ahli dalam pembuatan ragi yang digunakan dalam campuran pembuatan tempe belum bisa disebut Ahli Bioteknologi karena bisa saja ragi tersebut adalah warisan dari nenek atau orangtua yang diteruskan olehnya, kecuali kalau si pembuat ragi sebelumnya sekolah dulu dalam bidang Bioteknologi dan dapat menguasai Bioteknologi baru bisa dikatakan sebagai ahli Bioteknologi. Seperti halnya prof. Bioteknologi yang terlebih dahulu menempuh sekolah bidang Bioteknologi yang mempelajari masalah dalam bidang ilmu biologi teknologi modern dan konvensional yang dapat menjadikan dia ahli dalam sains dan teknologi.







Referensi

Internet.2009. Bioteknologi dan pengembangan
Alexander Fleming. 1928. Penemuan zat antibiotic penisilin
Antoni vanleewenhoek. 1686. Penemu mikrosop dan manusia pertama yang dapat
melihat mikroba
Crick & Watson.1953. Penemuan struktur asam deoksiribo nukleat (ADN)
Eduard Buchner. 1897. Penemu enzim dari ekstrak ragi yang dapat mengubah gula jadi
Alcohol
Louis Pasteur. 1870. Penemu adanya mikrob dalam makanan dan minuman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar