yopi ovix
Rabu, 28 November 2012
Ajaran Yang Hebat
Kuatnya pragmatisme yang mewarnai sendi-sendi kehidupan berakibat buruk pada memudarnya nasionalisme. Nasionalisme sebagai pondasi kesadaran bernegara dan cinta tanah air kini tersisih oleh pola pikir materialistik. Bila ada yang menyuarakan nasionalisme maka suara itu seakan menyelinap dalam ruang yang kosong.
Namun bagaimanapun upaya penanaman rasa cinta tanah air sebagai ritus sosial tak boleh berhenti, walau kemanjaan masyarakat terhadap konsumerisme menjadi-jadi nasionalisme harus terus disuarakan, dan kaum pergerakan harus bangun dari tidur panjangnya.
Salah satu upaya yang dilakukan dalam menggugah kesadaran nasionalisme maka ada baiknya mengail pemikiran Peter A. Rohi. Lelaki kelahiran NTT, 14 November 1942 ini sekarang menjabat Direktur Soekarno Institute. Mantan anggota KKO (marinir) tersebut dikenal sebagai jurnalis investigator yang handal yang berhasil menemukan tempat lahir Bung Karno di Kampung Padean Gang IV/40 Surabaya. Sosok petualang yang sekarang lebih banyak beraktivitas di Jakarta ini saat pulang kampung diajak berbincang oleh Rokimdakas dan Cahyo Sudarso dari indiependen. Berikut rangkuman dialog di rumahnya :
Sisi lain dari pengaruh liberalisasi menimbulkan keresahan tentang memudarnya nasionalisme, apa yang bisa kita pelajari dari sosok Soekarno sehingga bisa memiliki nasionalisme begitu kuat?
Dalam mengembangkan nasionalisme yang patut dilakukan adalah menumbuhkan dalam diri kita sendiri lalu keluarga baru kemudian masyarakat. Jika kita belajar pada Soekarno, maka bisa menyimak masa kecilnya di Tulungagung, di sana dia sering menonton wayang. Bagaimana dia ingin memerangi orang-orang yang curang itu dari pewayangan. Dari menonton wayang kulit dia mengenal tentang kebenaran dan kejahatan. Bahkan dia betah melihat sampai pertunjukan berakhir, dan sesudah menonton biasanya dia mempunyai banyak bahan cerita yang disampaikan pada kakeknya, Harjo Dikromo yang penyabar. Jika cucunya ingin mengetahui sesuatu selalu dia tuntun hingga Soekarno kecil merasa senang dan paham.
Tapi orang tua sekarang, kalau menjawab pertanyaan anaknya atau cucunya cenderung aras-arasen. Padahal saat seorang anak bertanya berarti dia sedang membentuk sesuatu dalam benaknya, dan itu berpengaruh pada pembentukan karakter. Dalam bukunya Sarinah, Soekarno secara jelas menyatakan, bila kaum ibu diberi kesempatan untuk pintar, maka mereka akan melahirkan anak-anak bangsa yang pintar karena anak-anak selalu bertanya pada ibunya.
Sebagai orang tua kita seharusnya berusaha memberi suasana hati pada anaknya agar di masa kecil sudah mempunyai cita-cita yang luar biasa. Jangan sampai anak-anak itu jika ingin mempunyai sepeda atau mobil lalu dijawab akan membelinya tapi katakanlah, “nanti kita akan membuat.” Sebab saat mengatakan hal itu setidaknya dalam pikiran anak terbangun fantasi, jika kelak jika sudah besar akan membuat mobil. Kita harus mengisi kekosongan pikiran anak bangsa ini dengan sesuatu yang benar. Kalu cuma beli, maling juga bisa, apalagi para koruptor mobilnya bagus-bagus.
Dari sekian banyak ajaran Bung Karno, menurut anda mana yang paling relevan untuk diterapkan sekarang?
Yang harus kita tata lebih dulu adalah masalah budaya, ekonomi dan politik. Sukarno pada tanggal 22 Juni tahun 1922 menulis di Pikiran Rakyat, atau sudah berlangsung 90 tahun. “Kelak jika kita merdeka maka negara-negara kapitalis akan tetap mengintai karena kita mempunyai kekayaan alam dan mereka akan kembali dengan segala macam cara, terutama dengan mengubah gaya hidup. Mulai selera makan dan segalanya diubah oleh kapitalis menjadi konsumtif.” Prediksi itu sekarang benar-benar menjadi kenyataan.
Misalkan kita ke mall, berapa duit yang kita berikan pada asing. Jika ke Carrefour, berapa duit yang masuk ke Prancis. Setiap kita minum air kita sendiri menyerahkan pajak ke Perancis. Bayangkan, air kita sendiri..! Itu konsep darimana? Masa kita nggak bisa bikin sendiri?.
Hampir seluruh agroindustri kita sekarang sudah dikuasai asing …
Memang, berapa triliyun kita beli jeruk dari China? Apel dari Washington. Kalau saya jadi presiden, saya tinggal panggil menteri pertanian, “Hei menteri, lu tahu jeruk ini tiap tahun kita beli sekian triliyun. Bisa nggak kamu membikin jeruk seperti ini atau lebih hebat lagi? Masak menteri pertanian yang punya teknologi pertanian nggak bisa?”. Thailand yang dulu posisinya lebih rendah dari kita bisa membikin segala macam buah-buahan. Bahkan Meksiko sekarang memasukkan pepaya yang dulu kita dapat dari Turen, Malang tapi sekarang tidak lagi, semua dari luar semua.
Konyolnya, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, presiden, red) itu Doktor Ekonomi Pertanian. Apa susahnya memerintahkan menteri pertanian. Tapi yang aneh, Fadel Muhammad ketika akan menyetop impor garam malah dipecat. Ini negara sudah sebagian besar milik asing.
Ini susahnya hidup dengan pemimpin-pemimpin yang sejak dari kecil tidak pernah berpikir tentang kebangsaan. Apalagi SBY, saat akan mencalonkan diri menjadi presiden sempat pergi ke Amerika dan disana dia melontarkan statement, “America is my second country…” Kalau pemimpin punya negara kedua atau ketiga, buat apa? Kita butuh pemimpin yang hanya mempunyai satu-satunya negara, yaitu Indonesia.
Anda menyatakan, Bung Karno Arek Suroboyo. Apa latar belakang sehingga Anda perlu mengekspose seperti itu. Apa istimewanya? Bukti-bukti apa saja yang memperkuat statement tersebut?
Kita kalau mau mempelajari seorang pemimpin maka harus menyimak proses pertumbuhannya hingga menjadi kreatif. Apa yang membuat Soekarno mampu melontarkan pikiran-pikiran besarnya? Berdasar data sejarah yang otentik, Soekarno memang benar-benar Arek Suroboyo, lahir di Kampung Pandean. Bung Karno sendiri bilang seperti itu. Di dalam arsip nasional yang direkam dia menyatakan, “saya lahir di Surabaya”. Lalu kenapa orang-orang tidak mempercayai pengakuan Bung Karno sendiri?
Menginjak usia sekolah orang tuanya pindah ke Tulungagung dengan lingkungan yang berbeda. Dari sana pindah ke Mojokerto kemudian pernah nyantri di Pondok Pesantren di Bangkalan. Lalu indekost di rumah Tjokroaminoto hingga bertemu Alimin, Darsono, Sukardjo Wiropranoto. Di sana juga ada Muso dan Kartosuwiryo dan di tempat itulah dia menemukan nasionalismenya.
Ada desain apa di balik pembelokan sejarah bahwa Bung Karno lahir di Blitar kemuidan setelah meninggal juga dimakamkan di sana?
Dalam buku karya Cindy Adams yang diterjemahkan pihak militer semasa Orde Baru menyatakan Soekarno lahir di Blitar tapi sekarang sudah diubah Surabaya. Mulanya saya berpikir positif mungkin salah ketik. Tapi kalau saya analisa bahwa pada waktu itu CIA – Central Intelejent America – bermain, membuat saya berpikir lagi bahwa itu memang disengaja.
Juga mereka sudah berencana untuk memperpendek umur Soekarno dengan melakukan pembunuhan secara halus. Jika sudah mati harus ada satu tempat penguburan yang jauh dari massa pendukungnya. Kita tahu bahwa revolusi Roma itu terjadi ketika Yulius Caesar dimakamkan. Nah Soekarno pun begitu, dia dijauhkan dari pengikut-pengikutnya, di daerah yang sepi sehingga tidak akan menimbulkan gerakan-gerakan. Apa yang terjadi di Blitar tidak akan merangsang gerakan revolusi. Tapi jika penguburannya di Surabaya maka bisa jadi lain. Maka jika berpikir dengan konsep seperti ini maka CIA telah menyiapkan grand design.
Apa yang Anda maksud dengan pembunuhan secara pelan-pelan?
Dokter yang dikirim ketika Bung Karno sakit adalah dokter hewan. Jadi, Bapak Bangsa kita itu, bertahun-tahun diobati oleh dokter hewan. Itu Soeharto yang mengatur, dan semua itu konsep CIA, bagaimana diberi obat terus menerus sehingga menjadi timbunan racun lalu mati. Tentu semuanya dilakukan secara halus.
Bukankah Rachmawati sudah mengungkap resep-resep yang diberikan dan dokter dan yang tanda tangan itu dokter hewan dari Bogor. Bayangkan. Bapak kita sendiri kalau sakit tidak mungkin mendatangkan dokter hewan. Padahal ini Bapak Bangsa, dan bangsa Indonesia tidak ada yang menyesalkan, tidak ada yang menangisi. Yang sadar barangkali cuma Gus Dur (Abdurrahman Wahid, presiden ke-4,red). Orang yang tahu persis, bagaimana Bung Karno diperlakukan Soeharto?.
Anda dulu dikenal pengagum Syahrir tapi kenapa kemudian beralih ke Soekarno?
Suatu ketika saya bertemu dengan Soebagio Sastrowardojo. Dia bertanya, buku-buku politik apa saja yang saya baca. Ajaran-ajaran siapa saja? Saya jawab kalau di Indonesia, ya Syahrir. Dia bertanya lagi, pernah nggak baca buku Soekarno? Saya bilang, cuma sepintas-sepintas saja. “Itu salah!!” sahutnya.
Bayangkan, dia itu Sekjen Partai Sosialis Indonesia yang ketika Soekarno berkuasa menjadi musuhnya Soekarno mengatakan salah kalau tidak belajar ajaran-ajaran Soekarno. “Itu ajaran yang paling benar untuk sosialis Indonesia,” itulah wasiat terakhirnya Soebagio sebelum wafat. Akhirnya saya buka kembali buku-buku Soekarno, di situ kita bisa membaca dengan jelas tentang cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Yang mempunyai kehendak memproklamirkan kemerdekaan Indonesia kan bukan hanya Soekarno?
Ada kisah menarik di sebuah restoran tentang pertemuan Syahrir dengan Tan Malaka yang baru pulang dari luar negeri. Ketika itu Tan Malaka populer di seluruh dunia karena seorang sosialis Eropa. Dalam pertemuan itu dia mengatakan kalau dirinya ingin memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Syahrir tertawa.
Kata Syahrir, “jangan bercita-cita ingin memproklamasikan Indonesia.” Lalu Syahrir memanggil beberapa pelayan restoran sambil bertanya, “kamu kenal sama orang ini?” Pelayan itu menggelengkan kepala. Apa pernah dengar nama Tan Malaka? Pelayan juga itu mengaku tidak pernah mendengar. Ketika Syahrir bertanya, “apa kenal dengan Soekarno?” Dengan serempak para pelayan menyahut, “Kenal kenal …” Nah, orang yang bisa memproklamirkan kemerdekaan Indonesia adalah orang yang dikenal masyarakat. Itu luar biasanya pemimpin kita waktu it, mereka saling mengakui keunggulan masing-masing.
Ada kesan ketakukan bila kembali ke ajaran Soekarno. Pendapat Anda?
Ketakutan untuk kembali ke ajaran Soekarno itu ketakutan yang diciptakan. Karena kalau kembali ke ajaran Soekarno akan terjadi nasionalisasi. Freeport, Exxon dan para kapitalis semuanya harus keluar. Ahli kita kan banyak, kita bisa menangani sendiri. Permasalahannya di situ.
Dengan karut marut kondisi Indonesia sekarang tidak ada pilihan lain harus kembali ke ajaran dan cita-cita Soekarno. Tapi ingat, kalau kita kembali ke situ jangan menunggu sampai semua kekayaan alam kita terkuras habis. Negara-negara Amerika Latin saja berani, dan mereka mengakui bahwa langkah yang mereka ambil itu berdasarkan ajaran Soekarno. Sedangkan kita di sini?
Apa yang harus kita lakukan Indonesia agar bisa lepas dari cengkeraman kapitalis?
Sekarang harus muncul seorang pemimpin yang benar-benar berani menyatakan kepada asing bahwa bangsa kita ini adalah pemilik syah kekayaan alam. Jika belum bisa mengelola sendiri maka kita harus mengajukan daya tawar yang tinggi. Lihat Freeport, hanya 2 persen saja untuk kita sisanya 98 persen diangkut ke Amerika. Itu harus kita balik, 98 persen untuk kita dan 2 persen untuk asing, itu saja dia sudah untung.
Kalau kita gencar menyuarakan tuntutan ini malah ditertawakan kalangan atas ….
Yaiyalah… karena mereka ikut menikmati. Yang tidak menikmati itu kita bersama 230 juta penduduk Indonesia lainnya.
Apa perlu revolusi?
Yang kita perlukan lebih dulu adalah revolusi pemikiran. Kalau pemikiran kita masih seperti sekarang, merasa apa yang kita alami sekarang sudah enak, sikapnya serba santai, cenderung konsumtif, ya tentu saja payah …
Kalau sudah menyangkut mental maka segalanya menjadi stagnan …
Iya ini masalah mental. Mental minder yang begitu parah, merasa rendah diri karena melihat orang asing itu lebih hebat dari kita, seakan-akan orang asing itu segala-galanya. Coba baca buku-buku Bung Hatta betapa bangsa kita sudah lebih jauh berpikiran jauh ke depan. Tidak jarang kita begitu, jika sudah dikatakan oleh orang Barat kita terkagum-kagum. Saya pernah membaca statemen seorang ulama besar di Timur Tengah yang mengatakan bahwa Pancasila akan menjadi kebutuhan dunia. Begitu juga seorang doktor di Eropa bahwa hanya Pancasila yang bisa menyelesaikan kerumitan dunia sekarang ini. Tapi sikap kita sendiri bagaimana … ©
Hampir seluruh hidup Soekarno dipersembahkan untuk negara Indonesia
Orang yang paling berpengaruh terhadap sejarah kemerdekaan Indonesia adalah Ir Soekarno. Bertepatan dengan hari kelahiran yang ke-111 terhitung dari 6 juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Sekiranya patut kita refleksikan perjuangan dan kegigihan beliau dalam membebaskan bangsa dari belenggu kolonialisme. Setelah 67 tahun Indonesia merdeka berkat jasa-jasa beliau, kemudian bagaimana reaksi Soekarno jika seumpama masih diberi nafas samapai sekarang untuk menyaksikan buah dari perjuangannya, apakah beliau bangga atau malah sebaliknya?
Dalam diri Soekarno banyak pelajaran yang dapat dijadikan titik bijak dalam menyiasati pelbagai permasalahan bangsa saat ini. Sumbangan atau warisan sejak Soekarno kecil sampai akhirnya tutup usia pada umur 69 tahun, perlu digali kembali. Ajaran pokok yang masih terekam jelas di benak masyarakat baik kalangan tua atau genersi muda adalah semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Hampir seluruh hidup Soekarno dipersembahkan untuk negara Indonesia. Kenyataan ini diperkuat ketika tokoh ploklamor ini memberikan sambutan pada sidang kabinet 15 Januari 1966 di Istana Merdeka, beliau mengungkapkan “Aku ini dari kecil mula…yang menjadi gandrung saya bahkan yang saya derita untuknya, yang saya dimasukkan dalam penjara untuknya, yang saya dibuang di dalam pembuangan untuknya, bahkan pernah yang saya hampir-hampir saja didrel mati di Brastagi…untuk bangsa, Tanah Air, kemerdekaan dan negara…. Bangsa harus menjadi bangsa yang kuat dan besar. Oleh karena itulah belakangan ini selalu saya menangis, bahkan donder-donder, marah-marah. He, bangsa Indonesia, jangan gontok-gontokan!”.
Betapa menggebunya semangat nasionalisme Soekarno dalam meperjuangankan hak bangsa Indonesia. Tanpa persatuan, lanjut Soekarno suatu bangsa mustahil bisa maju membangun dirinya. Dalam konteks kekinian, semangat persatuan maupun nasionalisme sangat vital dimiliki bangsa ini. Pasalnya, negara kita merindukan komitmen bersama dalam memujudkan dan menegakkan semangat integratif serta untuk memperbaiki atau memulihkan kondisi moril kebangsaan yang sedang rapuh.
Disintegritas
Sangat ironis jika kita mengenang 111 tahun kelahiran presiden pertama ini kemudian dibenturkan dengan kemunduran – disintegrasi sosial – dari generasi ke generasi selanjutnya. Faktor pokoknya karena bangsa ini hidup dalam situasi anomali atau valueless state. Di satu sisi kita sudah melalaikan Pancasila sebagai dasar pedoman dan pandangan hidup, walau secara teoritis kita masih mengakuinya sebagai ideologi, tetapi di sisi lain nilai dan pengamalannya masih jauh panggang dari api.
Disintegritas mulai tumbuh tatkala Ir Soekarno “memberikan wangsit” Supersemar kepada Jenderal Soeharto, diktum utamanya antara lain berbunyi “melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi”. Namun, dalam kenyataanya Soeharto dengan bantuan para pemikir dari “Mafia Berkeley”, berusaha menghapus jauh-jauh idealisme Soekarno yang terbalut dalam ajaran “Trisakti” dari ingatan bangsa Indonesia. Sedangkan dalam kepemimpinan yang otoriter, Soeharto lebih condong pada liberalisme pembangunan ekonomi. Akibatnya, semakin lama membangun dirinya, bangsa kita semakin bergantung pada utang luar negeri, inilah suatu realita yang nyata-nyata telah mencederai amanat Trisakti.
Pada era B.J Habibie pun , ajaran persatuan Indonesia mulai digerogoti. Hal ini bermula dari kesalahan Habibie dalam memberlakukan konsep otonomi daerah yang keblabasan. Menurut teori negara, dalam suatu unitary state (negara kesatuan), kekuasaan atau kewenangan kepada daerah sepenuhnya diatur oleh pemerintah pusat. Dari otonomi inilah akhirnya nasionalisme berubah menjadi reginionalisme. Sehingga dalam kepemimpinan Habibie, banyak meninggalkan luka, salah atunya adalah hilangnya Timor-Timor dari genggaman Indonesia.
Keterasingan nilai-nilai persatuan seolah mencapai puncaknya pada era Gus Dur. Dengan diberlakukannya Nama Irian Jaya menjadi Papua kemudian menggunakan istilah “rakyat Aceh”, “rakyat Riau”, “rakyat Kalimantan Timur”, dan “rakyat Madura” tanpa menyadari berdampak negatif terhadap nilai keadilan dan berakibat kepada kecemburuan sosial.
Ironisnya lagi, Megawati Soekanoputri pun sebenarnya telah mengingkari amanat bapaknya sendiri. Adalah sikapnya yang mendukung amandemen Undang-Undang Dasar 1945 dalam naungan “UUD 2002″, Indonesia sesungguhnya bukan lagi negara kesatuan, tetapi quasi negara federal. Akibatnya, sebagian besar perusahaan unggulan kita, baik swasta mupun BUMN, kini sudah dikuasai asing.
Sementara dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono jilid I dan II ini, proses transformasi ajaran-ajaran Soekarno belum menemukan titik terang bahkan sebaliknya. Ini terbukti dengan membludaknya kasus korupsi, penegakan hukum yang masih lemah, separatisme, makelar kasus pajak dan mafia peradilan yang sedangkan gencar-gencarnya, bahkan Laode Ida menilai negara kita adalah negara mafia. Sungguh ironis bangsa ini, padahal sejarah sebagai pelajaran dari kejadian masa lampu seharusnya menjadi tolak ukur pemerintah dalam menahkodai negara ini.
Benar juga ungkapan sejarahwan Abdullah, ”sejarah tidak memberikan pelajaran apa-apa, kitalah yang belajar daripadanya”. Suatu peringatan momentum sejarah, seperti hari kelahiran Soekarno atau momentum hari-hari sejarah lainnya, jika tidak bisa mendatangkan pelajaran daripadanya, apa gunanya, kecuali hanya menghambur-hamburkan ongkos yang tidak sedikit. Maka, kita harus berusaha menyelami dan mengambil pelajaran darinya. Artinya jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang pernah terjadii di masa silam.
Kamis, 15 November 2012
kematian
Memberi seseorang seluruh cinta anda bukanlah satu kepastian yang mereka akan menyintai anda kembali! Jangan harapkan cinta sebagai balasan. Nantikan sahaja ia untuk mekar di dalam hati mereka tapi sekiranya ia tidak, pastikanlah ia terus mekar di dalam hati anda. Ia cuma mengambil masa seminit untuk jatuh hati pada seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk menyintai seseorang tetapi ia mengambil masa sepanjang hidup untuk melupakan seseorang.Jangan pandang kepada kecantikan kerana boleh jadi ianya palsu. Jangan kejar kemewahan kerana ianya akan susut. Carilah seseorang yang membuatkan anda tersenyum kerana ia cuma memerlukan sekuntum senyuman untuk mencerahkan hari yang suram. Carilah yang membuatkan hati anda tersenyum. Akan tiba satu ketika di dalam kehidupan apabila anda teramatkan rindukan seseorang sehingga anda ingin menggapainya dari mimpi anda dan memeluknya dengan sebenar.Mimpilah apa yang ingin anda mimpikan, pergilah ke mana-mana yang ingin anda tujui dan jadilah apa yang anda inginkan kerana anda hanya memiliki satu kehidupan dan satu peluang untuk melakukan semua perkara yang ingin anda lakukan.Semoga anda memiliki kebahagiaan yang cukup untuk membuatkan diri anda menarik, percubaan yang cukup untuk membuatkan anda kuat, kesedihan yang cukup untuk memastikan anda adalah seorang insan dan harapan yang cukup untuk membuatkan anda bahagia. Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang.Jika anda rasa ianya menyakitkan anda, fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga.Kebahagiaan seseorang manusia tidak semestinya dalam memiliki segala yang terbaik. Mereka hanya membuat yang terbaik dalam hampir apa saja yang datang di dalam perjalanan hidup mereka. Kebahagiaan terletak kepada mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencuba. Hanya mereka yang boleh menghargai kepentingan manusia yang telah menyentuh hidup mereka. Cinta bermula dengan senyuman, mekar dengan ciuman dan berakhir dengan tangisan.Masa depan yang cerah sentiasa berteraskan kehidupan yang lalu yang telah dilupakan. Anda tidak boleh meneruskan kehidupan dengan sempurna sehingga anda melupakan kegagalan dan kekecewaan masa silam.Semasa anda dilahirkan, anda menangis dan orang di sekeliling anda tersenyum. Teruskanlah hidup anda supaya apabila anda mati nanti, andalah yang akan tersenyum dan orang sekeliling anda pula yang akan menangis.Wallahu A'lam.
Selasa, 13 November 2012
tematik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
KELAS IV
SEMESTER 2
Mata Pelajaran
: Matematika
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 1
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
BILANGAN
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I.
Kompetensi
Dasar :
Mengenal kelipatan dan
faktor bilangan
II.
Indikator
Menentukan kelipatan suatu bilangan
III.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan kelipatan suatu bilangan.
IV.
Materi
Ajar
Kelipatan suatu bilangan
V.
Metoda
Pembelajaran
1. deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2. ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI.
Langkah-langkah
Pembelajaran
Kegiatan awal
Melakukan game yang berhubungan dengan kelipatan
bilangan
Mengingat kembali proses perkalian sebagai modal dasar
untuk menentukan kelipatan suatu bilangan
Kegiatan Inti
1.
Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang konsep
kelipatan suatu bilangan
2.
Mengeksposisi konsep kelipatan suatu bilangan
3.
Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan
latihan soal
2. Memberikan soal Pekerjaan
Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII.
Alat/Bahan
dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B,
Zaini.M.Sani/Siti M. Amin, Esis.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
Contoh :
1.
Bilangan-bilangan kelipatan 7 yang kurang dari 50 adalah
...
2.
Bilangan-bilangan kelipatan 3 yang terletak antara 20 dan
50 adalah ...
3.
Banyaknya bilangan kelipatan 10 yang terletak antara 25 dan
100 adalah ...
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 2
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor, kelipatan,
bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan sehari-hari.
I.
Kompetensi
Dasar
Mengenal kelipatan dan
faktor bilangan
II.
Indikator
Menentukan kelipatan persekutuan dua
bilangan
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan.
IV. Materi Ajar
Kelipatan persekutuan dua
bilangan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3.
tanya jawab
4. latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep kelipatan suatu bilangan
Melakukan game yang
berhubungan dengan kelipatan persekutuan dari dua bilangan
Kegiatan Inti
1.
Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang konsep
kelipatan persekutuan dari dua bilangan
2.
Mengeksposisi konsep kelipatan persekutuan dari dua
bilangan
3.
Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1.
Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII.
Alat/Bahan
dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk Sekolah
Dasar Kelas 4, M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B,
Zaini.M.Sani/Siti M. Amin, ESIS.
VIII.
Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
Contoh :
1.
Kelipatan persekutuan 4 dan 6 yang kurang dari 30 adalah
...
2.
Bilangan manakah yang terletak antara 40 dan 60 dan
merupakan kelipatan persekutuan 6 dan 4 ?
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 3
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Mengenal kelipatan dan
faktor bilangan
II. Indikator
Menentukan kelipatan dari
suatu bilangan
Menentukan kelipatan persekutuan dari
dua bilangan
III. Tujuan Pembelajaran
1.
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan kelipatan dari suatu
bilangan.
2.
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan kelipatan persekutuan dari
dua bilangan.
IV. Materi Ajar
Kelipatan suatu bilangan
dan kelipatan persekutuan dua bilangan
V. Metoda Pembelajaran
1.
Intensifikasi pengerjaan soal-soal latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep kelipatan bilangan dan
kelipatan persekutuan dua bilangan
Kegiatan Inti
Pemberian soal-soal latihan
Kegiatan Akhir
1. Memberikan soal Pekerjaan Rumah
2.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 4
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Mengenal kelipatan dan
faktor bilangan
II. Indikator
Menentukan ciri-ciri
bilangan yang habis dibagi 2, 3, 4, dan 5
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan ciri-ciri bilangan yang habis dibagi 2, 3, 4, dan 5
IV. Materi Ajar
Mengenal ciri-ciri
bilangan yang habis dibagi 2, 3, 4 dan 5
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali proses pembagian sebagai modal dasar
menentukan faktor dari suatu bilangan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang ciri-ciri
bilangan yang habis dibagi 2, 3, 4 dan 5
2. Mengeksposisi
ciri-ciri bilangan yang habis dibagi 2, 3, 4, dan 5
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
Perhatikan
kelompok bilangan di bawah ini !
20
456 5.926 28
272 475 1.230
a) Tulislah bilangan yang habis dibagi
2 !
b) Tulislah bilangan yang habis dibagi
3 !
c) Tulislah bilangan yang habis dibagi
4 !
d) Tulislah bilangan yang habis dibagi
5 !
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 5
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Mengenal kelipatan dan
faktor bilangan
II. Indikator
Menentukan faktor dari
suatu bilangan
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan faktor dari suatu bilangan.
IV. Materi Ajar
Menentukan faktor dari
suatu bilangan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali proses pembagian sebagai modal dasar
menentukan faktor dari suatu bilangan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang konsep
faktor suatu bilangan
2. Mengeksposisi
tentang konsep faktor suatu bilangan
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4, M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
Faktor dari
32 adalah ...
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 6
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Mengenal kelipatan dan
faktor bilangan
II. Indikator
Menentukan faktor
persekutuan dari dua bilangan
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan faktor persekutuan dari dua
bilangan.
IV. Materi Ajar
Menentukan faktor
persekutuan dua bilangan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep faktor dari suatu bilangan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang konsep
faktor persekutuan dari dua bilangan
2. Mengeksposisi
tentang konsep faktor persekutuan dari dua bilangan
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) Faktor
persekutuan dari 16 dan 24 adalah …, ….., …., ….
2) Faktor persekutuan dari 12 dan 20
yang kurang dari 50 adalah …
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 7
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Mengenal kelipatan dan
faktor bilangan
II. Indikator
- Mengenal
bilangan prima menurut sifatnya
- Memberi contoh bilangan prima dan bukan
bilangan prima
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat :
- mengenal
bilangan prima menurut sifatnya
- memberi contoh bilangan prima dan bukan
bilangan prima
IV. Materi Ajar
Bilangan prima
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep faktor dari suatu bilangan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang pengertian
dan sifat bilangan prima
2. Mengeksposisi
pengertian dan sifat-sifat bilangan prima
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) Faktor
prima dari 42 adalah ...
2) Tentukanlah
bilangan prima yang terletak antara 20 dan 50 !
3) Buatlah
pohon faktor untuk 180, kemudian tentukan faktor-faktor primanya !
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 8
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan masalah kelipatan persekutuan terkecil
(KPK) dan faktor persekutuan terbesar
(FPB)
II. Indikator
Menentukan Kelipatan
Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan nilai KPK dari dua bilangan
IV. Materi Ajar
Menentukan KPK dan FPB
dari dua bilangan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep kelipatan persekutuan dari dua
bilangan dan faktor prima
Kegiatan Inti
1.
Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang mencari nilai KPK dengan menggunakan faktor prima
2. Mengeksposisi
dalam mencari nilai KPK dengan menggunakan faktor prima
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Essay
Instrumen
1) Tuliskan
faktorisasi prima dari 50 dan 60 !
2) Tentukan
nilai KPK dari 24 dan 36 dengan menggunakan faktor prima !
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 9
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan masalah kelipatan persekutuan terkecil
(KPK) dan faktor persekutuan terbesar
(FPB)
II. Indikator
Menentukan Faktor
Persekutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan nilai FPB dari dua bilangan
IV. Materi Ajar
Menentukan KPK dan FPB
dari dua bilangan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep faktor persekutuan dari dua
bilangan dan faktor prima
Kegiatan Inti
1.
Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang mencari nilai FPB dengan menggunakan faktor prima
2. Mengeksposisi
dalam mencari nilai FPB dengan menggunakan faktor prima
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Essay
Instrumen
1)
Tentukan nilai FPB dari 24 dan 25 !
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 10
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan masalah kelipatan persekutuan terkecil
(KPK) dan faktor persekutuan terbesar
(FPB)
II. Indikator
- Menggunakan FPB
dalam menyederhanakan pecahan
-
Menggunakan KPK dalam penjumlahan atau pengurangan pecahan
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat :
- Menggunakan FPB
dalam menyederhanakan pecahan
- Menggunakan
KPK dalam penjumlahan atau pengurangan pecahan
IV. Materi Ajar
Menggunakan FPB dan KPK dalam
perhitungan pecahan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4. latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep KPK dan FPB
Mengingat kembali pengertian tentanng pecahan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang cara menyederhanakan
pecahan dengan menggunakan FPB
2.
Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang cara menjumlah dan
mengurangkan pecahan dengan menggunakan
KPK
3.
Mengeksposisi tentang cara menyederhanakan pecahan dengan menggunakan
FPB dan menjumlah dan mengurangkan pecahan dengan menggunakan KPK
4. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) Bentuk
pecahan paling sederhana dari
adalah ...
2)
+
= ...
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 11
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan masalah kelipatan persekutuan terkecil (KPK)
dan faktor persekutuan terbesar (FPB)
II. Indikator
Memecahkan masalah
sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan
memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB
IV. Materi Ajar
Menyelesaikan soal cerita
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengintensifikasi konsep tentang KPK dan FPB dalam
permasalahan sehari-hari
Kegiatan Inti
1.
Mengintensifikasi latihan
menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan KPK dan FPB
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Essay
Instrumen
1) Dua
buah lampu masing-masing menyala setiap 18 dan 24 detik. Pada detik ke berapa
kedua lampu menyala bersama ?
2) Ibu
membeli 48 buah jeruk dan 60 buah apel. Kemudian jeruk dan apel tersebut
diletakkan di beberapa piring dengan isi sama banyak. Berapa piring seluruhnya
? Berapa isi masing-masing buah pada setiap piring ?
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 12
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyelesaikan masalah kelipatan persekutuan terkecil
(KPK) dan faktor persekutuan terbesar
(FPB)
II. Indikator
- Menentukan FPB dan
KPK dari dua bilangan
-
Memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat :
-
menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan
-
memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB
IV. Materi Ajar
FPB dan KPK
V. Metoda Pembelajaran
Intensifikasi soal-soal latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep KPK dan FPB
Kegiatan Inti
Pemberian soal-soal latihan
Kegiatan Akhir
1.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian dan Essay
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 13
Alokasi waktu :
3 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menjelaskan arti pecahan dan urutannya
II. Indikator
- Menyatakan
beberapa bagian dari keseluruhan ke bentuk pecahan
-
Menyajikan nilai pecahan melalui gambar
-
Menuliskan letak pecahan pada garis bilangan
-
Membandingkan pecahan berpenyebut sama
- Mengurutkan pecahan berpenyebut sama
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat :
- menyatakan
beberapa bagian dari keseluruhan ke bentuk pecahan
- menyajikan
nilai pecahan melalui gambar
- menuliskan
letak pecahan pada garis bilangan
- membandingkan
pecahan berpenyebut sama
- mengurutkan pecahan berpenyebut sama
IV. Materi Ajar
1.
Pengertian Pecahan
2. Perbandingan dan Urutan Pecahan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
demonstrasi
3.
ekspositori (menerangkan)
4. tanya jawab
5.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Demonstrasi sederhana
tentang perbandingan/pecahan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang pengertian pecahan
2.
Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang perbandingan dan urutan
pecahan
3.
Mengeksposisi tentang pengertian pecahan
4.
Mengeksposisi tentang membandingkan pecahan dan mengurutkan pecahan
4. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
![]() |
1) Nilai pecahan
dari gambar disamping adalah ...
2) Nilai
pecahan yang tepat untuk mengisi titik-titik
pada garis bilangan di samping adalah ...
3)
....
Berilah tanda <,
> atau =
4)
Bila diurutkan dari yang terkecil
,
,
,
menjadi ..., ....,
...., ....
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 14
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyederhanakan dan mengenal berbagai
bentuk pecahan
II. Indikator
- Menentukan
pecahan-pecahan yang senilai dari suatu pecahan
-
Menyederhanakan pecahan
-
Menyatakan pecahan sebagai pembagian
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat :
- Menentukan
pecahan-pecahan yang senilai dari suatu pecahan
-
Menyederhanakan pecahan
- Menyatakan
pecahan sebagai operasi pembagian
IV. Materi Ajar
Pecahan senilai
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4. latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep pecahan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang pecahan yang senilai
2.
Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang penyederhanaan pecahan
3.
Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang pecahan sebagai operasi
pembagian
4.
Mengeksposisi tentang pecahan senilai, penyederhaan pecahan dan pecahan
sebagai pembagian
5. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
1. Buku Pelajaran Matematika
Penekanan pada Berhitung untuk Sekolah Dasar Kelas 4, M.Khafid/Suyati, Erlangga.
2. Matematika SD untuk Kelas
IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M. Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) Pecahan
yang senilai dengan
adalah ...
2) Bentuk
paling sederhana dari
adalah ...
3) Isilah
!
= 3 : 7
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 15
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyederhanakan dan mengenal berbagai bentuk pecahan
II. Indikator
Menentukan nilai tempat pada pecahan desimal
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menentukan nilai tempat pada pecahan desimal
IV. Materi Ajar
Pecahan Desimal
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3.
tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep nilai tempat pada suatu
bilangan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang nilai tempat pada pecahan desimal
2.
Mengeksposisi tentang nilai tempat pada pecahan desimal
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) 1,24 dibaca ...
2) Nilai tempat angka 7 pada 0,57 adalah …
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 16
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menyederhanakan dan mengenal berbagai bentuk pecahan
II. Indikator
Mengubah pecahan biasa ke bentuk desimal dan persen
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
mengubah pecahan biasa ke bentuk desimal dan persen
IV. Materi Ajar
Pecahan Desimal
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep tentang nilai tempat pada suatu
bilangan
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang mengubah pecahan biasa ke bentuk
desimal dan persen
2.
Mengeksposisi tentang mengubah pecahan biasa ke bentukl desimal dan
persen
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) Bentuk pecahan desima dari
adalah ...
2) Bentuk persen dari
adalah …
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 17
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menjumlah dan mengurang pecahan
II. Indikator
Melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan
pecahan berpenyebut sama
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama
IV. Materi Ajar
Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4. latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep tentang pecahan berpenyebut sama
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang operasi hitung penjumlahan dan
pengurangan pecahan berpenyebut sama
2.
Mengeksposisi tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
berpenyebut sama
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) Hasil dari
+
adalah ...
2) Hasil dari
+
+
adalah …
3)
Hasil dari
–
adalah ...
4)
Hasil dari
–
–
adalah ...
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Metematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 18
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menjumlah
dan mengurang pecahan
II. Indikator
Membulatkan pecahan desimal ke satuan
terdekat
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
membulatkan pecahan desimal ke satuan terdekat
IV. Materi Ajar
Penjumlahan dan
Pengurangan Pecahan Desimal
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep tentang pembulatan bilangan
Kegiatan Inti
1.
Memberikan catatan deduktif-deskriptif tentang pembulatan pecahan
desimal sampai
ke satuan terdekat
2.
Mengeksposisi tentang pembulatan pecahan desimal sampai ke satuan
terdekat
4. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1)
2,7 dibulatkan menjadi …
2)
4,58 dibulatkan menjadi ...
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 19
Alokasi waktu :
x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menjumlah
dan mengurang pecahan
II. Indikator
Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan
desimal
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal
IV. Materi Ajar
Penjumlahan dan
Pengurangan Pecahan Desimal
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
ekspositori (menerangkan)
3. tanya jawab
4.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep tentang pecahan desimal dan
nilai tempat desimal
Kegiatan Inti
1. Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang operasi penjumlahan dan
pengurangan pecahan desimal
2.
Mengeksposisi tentang operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan
desimal
3. Tanya jawab
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) 0,22 + 0,3 = ...
2) 0,6 – 0,35 = …
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 20
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
Standar
Kompetensi
Menentukan sifat-sifat operasi hitung, faktor,
kelipatan, bilangan bulat dan pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan
sehari-hari.
I. Kompetensi Dasar
Menjumlah
dan mengurang pecahan
II. Indikator
Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan
penjumlahan dan pengurangan pecahan
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan
pecahan
IV. Materi Ajar
Penjumlahan dan
Pengurangan Pecahan Desimal
V. Metoda Pembelajaran
Intensifikasi soal-soal latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Mengingat kembali konsep tentang operasi hitung
penjumlahan dan pengurangan pecahan dan
pecahan desimal
Kegiatan Inti
Pengerjaan soal-soal latihan
Kegiatan Akhir
1.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
2.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Essay
Instrumen
Bibi
mempunyai 6,75 kg telur. Sebanyak 2,25 kg telur dibuat roti dan sisanya
disimpan.
Berapa kg
telur yang disimpan ?
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 21
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
GEOMETRI dan PENGUKURAN
Standar
Kompetensi
Melakukan pengukuran, menentukan sifat dan unsur bangun
ruang, menentukan kesimetrian bangun datar serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
I. Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi
sifat-sifat bangun ruang sederhana
II. Indikator
Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang : balok dan kubus
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat
menyebutkan sifat-sifat bangun ruang : balok dan kubus
IV. Materi Ajar
Bangun Ruang
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
apersepsi
3.
demontrasi
4.
ekspositori (menerangkan)
5. tanya jawab
6.
latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Apersepsi
Demonstrasi
Kegiatan Inti
1. Melakukan pengamatan dan diskusi
2. Memberikan catatan
deduktif-deskriptif tentang sifat-sifat bangun ruang : balok dan
kubus
3.
Mengeksposisi tentang sifat-sifat bangun ruang : balok dan kubus
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
2.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
3.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
·
Model rangka balok dan kubus
·
Papan berpetak
VIII. Penilaian
Teknik
Tes
Bentuk
Isian
Instrumen
1) Banyak sisi yang dimiliki balok adalah...buah
2) Bangun ruang yang semua
rusuknya sama panjang adalah …
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 22
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
GEOMETRI dan PENGUKURAN
Standar
Kompetensi
Melakukan pengukuran, menentukan sifat dan unsur bangun
ruang, menentukan kesimetrian bangun datar serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
I. Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi sifat-sifat bangun
ruang sederhana
II. Indikator
- Menyebutkan dan
menggambar bangun sesuai sifat-sifat bangun ruang yang diberikan
- Menggambar dan membuat berbagai
jaring-jaring kubus
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat :
- menyebutkan
dan menggambar bangun sesuai sifat-sifat bangun ruang yang diberikan
- menggambar dan membuat berbagai
jaring-jaring kubus
IV. Materi Ajar
Bangun Ruang
V. Metoda Pembelajaran
1.
deduktif-deskriptif (meringkas uraian materi)
2.
apersepsi
3.
demontrasi
4.
ekspositori (menerangkan)
5. tanya jawab
6. latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Apersepsi
Demonstrasi
Kegiatan Inti
1. Melakukan pengamatan
2.
Demonstrasi dalam menggambar bangun ruang balok dan kubus beserta
jaring-
jaringnya
Kegiatan Akhir
1.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
2.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
·
Model 3D balok dan kubus
·
Papan berpetak
VIII. Penilaian
Teknik
Non Tes
Bentuk
Aplikasi
Instrumen
1) Gambarkanlah 3 buah balok dan kubus pada
kertas berpetak !
2) Buatkanlah jaring-jaring balok dan kubus pada
selembar kertas karton !
(masing-masing
3 buah dengan bentuk yang berbeda)
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 23
Alokasi waktu :
2 x 35 menit
GEOMETRI dan PENGUKURAN
Standar
Kompetensi
Melakukan pengukuran, menentukan sifat dan unsur bangun
ruang, menentukan kesimetrian bangun datar serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
I. Kompetensi Dasar
Menunjukkan benda-benda dan bangun
datar yang simetris
II. Indikator
- Mengelompokkan dan memberi contoh bangundatar yang
simetris dan tidak simetris
- Mengidentifikasi ciri bangun datar
yang simetris
- Membuat bangun-bangun datar yang
simetris
- Mengenal bangun datar yang tidak
memiliki simetri
- Mengidentifikasi dan menggunakan
garis simetri pada bangun datar sederhana
- Menunjukkan dan menggambar bangun
datar (benda-benda) yang simetris
- Menentukan sumbu simetri suatu
bangun datar
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat :
- Mengelompokkan dan memberi contoh bangundatar yang
simetris dan tidak simetris
- Mengidentifikasi ciri bangun datar
yang simetris
- Membuat bangun-bangun datar yang
simetris
- Mengenal bangun datar yang tidak
memiliki simetri
- Mengidentifikasi dan menggunakan
garis simetri pada bangun datar sederhana
- Menunjukkan dan menggambar bangun
datar (benda-benda) yang simetris
- Menentukan sumbu simetri suatu
bangun datar
IV. Materi Ajar
Simetri dan Pencerminan
V. Metoda Pembelajaran
1.
apersepsi
2.
demonstrasi
3.
ekspositori (menerangkan)
4. latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Apersepsi
Demonstrasi
Kegiatan Inti
1. Melakukan pengamatan
2.
Demonstrasi dalam menentukan ciri-ciri simetri pada suatu bangun datar
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
1.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
2.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
·
Model 2D persegi panjang, persegi, segitiga sama sisi
·
Papan berpetak
VIII. Penilaian
Teknik
Non Tes
Bentuk
Aplikasi
Instrumen
1) Sebutkan dan gambarkan 4 buah bangun datar
yang simetris !
2)
Sebutkan dan gambarkan 3 buah bangun datar yang tidak simetris !
3)
Gambarkan sumbu simetri pada bangun segitiga sama sisi !
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran :
Matematika
Kelas/semester : IV
(Empat) /2 (dua)
Pertemuan ke : 24
Alokasi waktu :
1 x 35 menit
GEOMETRI dan PENGUKURAN
Standar
Kompetensi
Melakukan pengukuran, menentukan sifat dan unsur bangun
ruang, menentukan kesimetrian bangun datar serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
I. Kompetensi Dasar
Menunjukkan benda-benda dan bangun
datar yang simetris
II. Indikator
Menggambar cerminan dari bangun datar sederhana
III. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan
dapat menggambar cerminan dari bangun
datar sederhana
IV. Materi Ajar
Simetri dan Pencerminan
V. Metoda Pembelajaran
1.
apersepsi
2.
demonstrasi
3.
ekspositori (menerangkan)
4. latihan
VI. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Apersepsi
Demonstrasi
Kegiatan Inti
1. Melakukan pengamatan
2.
Demonstrasi dalam melukis hasil pencerminan dari sebuah bangun datar
Kegiatan Akhir
1. Memberikan latihan soal
1.
Memberikan soal Pekerjaan Rumah
2.
Menutup pelajaran
VII. Alat/Bahan dan Sumber Belajar
·
Buku Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk
Sekolah Dasar Kelas 4,
M.Khafid/Suyati, Erlangga.
·
Matematika SD untuk Kelas IV 4B, Zaini.M.Sani/Siti M.
Amin, ESIS.
·
Papan berpetak
VIII. Penilaian
Teknik
Non Tes
Bentuk
Aplikasi
Instrumen
Lukislah
hasil pencerminan bangun datar di bawah !
……………………,……….……………………….
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Matematika
…………………………………………. ……………………………….…………….
Langganan:
Postingan (Atom)




